Sesosok manusia yang selalu haus akan ilmu tidak penah berhenti-hentinya untuk belajar, belajar dari sesuatu yang kecil hingga hal yang besar, belajar merantau, daerah demi daerah, hanya setetes ilmu Allah yang di muka bumi ini.
Menapak tentang diriku, aku lahir dari seorang wanita yang tak pernah aku lupakan sepanjang masa ” Ibuku ” sosok ibu yang tabah yang selalu merawat diriku, menggendongku, menyusuiku dengan kasih sayangnya. ” Banyuwangi “, 17 Agustus 1979 adalah tempat dan tanggal kelahiranku, hari bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun yang tak bisa menandingi kemenangan dan kesenangan pada saat itu adalah Ibu yang melahirkanku dan bapak serta keluarga taulanku.
Setahun kemudian aku dilahirkan, hidup harus berubah itulah yang dikeluhkan kedua orangtua ku, bak pematah ” hari ini harus lebih baik dari hari kemaren, dan hari esok harus lebih baik pada hari ini “
Melalui program nasional TRANSMIGRASI pada tahun 1982 kami mengikutkan diri untuk mengikuti program pemerintah yang mulia itu, walaupun dalam pelaksanaannya,kepahitan yang selalu ada, yang tidak seperti bayangan waktu itu, imimg-iming ketika ditawarkan untuk bertransmigrasi.PAKET C Kecamatan Sanggau Ledo itulah desaku dan aku dibesarkan disana.Desa yang jauh dengan perkotaan di tengah-tengah hutan belantara, rumah ala kadarnya ukuran 4 x 6 meter, atap seng,rumah batang gelondongan,sangat menyedihkan.
Namun dengan perjalanan waktu semua berubah, dan harus berubah ??? 20 tahun telah kami jalani, desa yang dulu ditengah hutan belantara sekarang menjadi desa yang dapat kubanggakan ” Desa Terbaik Produksi Tanaman Jagung Se Kalbar “


