Ilmu dan seni pemasaran bukanlah sesuatu yang statis. Ini berarti, dinamis. Maksudnya, apa yang ada atau terjadi saat ini pada pasar sasaran mewarnai serta menuntut adaftasi pemasaran demi eksistensi bisnis. Dulu bisnis didasari revolusi indistri yang berfokus pada skala produksi dengan sasaran efisiensi melalui standarisasi dan penciptaan struktural berkhierarkhi.
Sedangkan dalam keberadaannya saat ini informasi mewabah luas, cepat, dan mudah diperoleh yang mampu memberikan pilihan terbaik pada konsumen. Informasi dari sudut pandang konsumen, menimbulkan serangkaian kepemilikan seperti kecakapan membeli, variasi alternatif produk, kemudahan berinteraksi, dan mampu membuat perbandingan. Pada sisi bisnis juga timbul kemampuan operasionalisasi saluran informasi, database pelanggan, mudah dan cepat berlangsungnya komunikasi internal, kustomisasi penawaran. Kepemilikan dan kemampuan tersebut, ada pada era informasi yang mendorong adaftasi pemasaran.
Sekarang ini banyak orang yang berebut ingin jadi wali kota, bupati,
ORGANISASI kemahasiswaan merupakan organisasi mengalir yang pergantian antar anggota dan fungsionaris berjalan seiring dengan waktu akademis. Keterbatasan waktu studi membuat orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak dapat beraktivitas untuk selamanya, berbeda dengan organisasi politik atau masyarakat.
SEKILAS memahami pasal 34 ayat 1 UUD 45 “ fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara oleh Negara “. Benarkah itu ? tergantung bagaimana kita memaknai maksud kata “ dipelihara “ Salah satu fenomena sosial di perkotaan yang belakangan ini semakin nyata, lebih – lebih dengan adanya krisis moneter yang melanda di Indonesia dalam setahun terakhir ini adalah masalah Gelandangan dan Pengemis ( Gepeng ) serta Anak-anak Jalanan ( Anjal ).
