Seekor elang jatuh cinta kepada seekor kucing hutan. Walaupun tempat hidup dan cara berpikir mereka sangat berbeda, tapi elang tidak peduli karena dia sangat mencintai kucing hutan. Akhirnya mereka menikah dan tinggal di satu batang pohon. Pada awalnya mereka bahagia, tapi elang tetaplah elang. Dia diciptakan untuk terbang tinggi dan menjadi penguasa angkasa, bukan untuk bertengger di batang pohon sepanjang hari.

Elang berusaha mengajak pasangannya terbang di angkasa dengan cara menggendongnya, tapi kucing hutan terlalu berat. Elang menjadi cepat lelah dan tidak bisa terbang lebih tinggi dari pohon-pohon.

Dia akhirnya lebih sering menemani pasangannya dan jarang terbang lagi, sehingga sayap-sayapnya menjadi lemah tidak terlatih. Pernikahan yg semula harmonis, sekarang diwarnai pertengkaran yg mencolok diantara mereka. Elang, yg sangat mencintai pasangannya, akhirnya menyerah dan memotong sayapnya yg memang sudah lemah. Sepanjang sisa hidupnya elang melompat-lompat di batang pohon dan hanya melihat ke angkasa tempat dimana dia seharusnya berada.

Tuhan punya rencana yg berbeda untuk setiap orang. Dia telah menyiapkan tempat dimana kita seharusnya berada dan orang yang kita sukai itu nggak akan bisa ikut ke tempat dimana kita bisa menjalani hidup yang maksimal.

Seseorang akan bisa mencapai tempat yang TuHan sediakan ketika dia mempunyai seorang pasangan yang mempercayai hal yang sama, VISI yang sama dan bersedia bersama-sama berusaha mencapai VISI itu.

Memang ada kemungkinan bahwa suatu hari nanti setelah bersama-sama, kucing hutan akan berubah menjadi elang dan mereka bisa terbang bersama, tapi kemungkinannya sangat kecil. Yang sering terjadi justru elang yang sayapnya menjadi lemah atau justru elangnya yang berubah menjadi kucintg hutan.

RESIKONYA TERLALU BESAR!!!!!!!!

Salomo adalah salah satu contoh elang yang dimasa tuanya sayapnya menjadi lemah karena dia mencintai orang yang salah.