Zaman tidak akan menunggu seseorang dan sejarah tidak akan menghormati sipenunda-nunda. Anda lihat, banyak orang lalai dan santai, yang berleha-leha ditempat mereka, dan setahun kemudian. Anda perhatikan ternyata mereka masih tetap seperti sediakala, bahkan boleh jadi lebih parah pengetahuan,ibadah, pemahaman, kedalaman ilmu, dan kegiatannya.

Mereka selalu memiliki dalil untuk tidak mengejar prestasi yang tinggi, selalu memiliki alasan untuk membela diri jika ada yang mencela kelambanan dan kemalasan mereka. Selalu ada dalil bagi mereka, seperti yang dikatakan para pendahulu mereka, “harta dan keluarga kami menyibukkan kami”. ( QS. AL-FATH:11 ). Seolah-olah orang lain yang penuh kreasi dan prestasi tidak memiliki keluarga dan harta. Dalil mereka itu lemah, sehingga tidak diterima oleh Allah SWT dan manusia. Bukankah orang-orang yang telah berusaha meraih pengetahuan, berjuang mengejar kemuliaan, tidak tertidur dimalam hari, dan dahaga disiang-siang yang panas, juga memiliki dalil yang berupa kesedihan yang mencekam, kelaparan, kehausan, kedinginan, dan kemiskinan, namun demikian mereka tetap berjuang, bertahan, dan bersabar, sampai mereka mencapai tujuan, lalu beristirahat.

Musuh meremehkan aku,

tak tahu bahwa aku lebih kuat darinya

Karena semua tikaman zaman telah kurasa ringan

Ia terus menantang dihadapanku dan aku tetap bersabar dihadapannya

Pertanyaannya, kita ingin menjadi manusia yang bagaimana untuk kehidupan di dunia dan di akhirat ?