Angan biarkan fajar

Menghalau lelapnya mimpi atas namamu.

Biarkan embun pergi bersama mentari

Atau hanya tinggal tetesannya

Di pucuk daun. Amarah !

Sekedar meminjam waktu yang tak pernah berharap

Meski jujur tak mampu menampung semua

Tangis dan amarahku tentang caramu

Rindu bukan gitar yang mendentingkan

Kekalutan jiwa lewat nada

Resahku juga bukan karena

Bunga yang hampa tanpa aroma. Lelah !

Aku hanya bisa menunggu

Sapamu bersama Sunyi dan Tanya

Kutunggu di batas kesadaranku

Pergilah……….sepi !

Memory brouken heart

By :

moe2n_710524@yahoo.co.id

8 Januari 2006 Pukul 11:08 Wib