Bagaimana rasanya tersakiti (lagi dan lagi)??

yg jelas ada suatu sensasi yg menjalar dengan cepat dan tegas dalam tiap duran darah..

saat janji tlah terucap..dan saat ternyata janji itu nyaris tak berarti…

apa yg bs dilakukan???

memaafkan kesalahan pertama??

sudah…..

memberi kesempatan kedua?

sudah…….

memaafkan kesalahan kedua??

sudah……

memberi kesempatan ketiga??

sudah……

lalu???

those’re enough 4 me…

why???

org yg bertanggung jawab ga akan melanggar komitmen yg ia ucapkan berkali2..

org yg punya perasaan ga akan ngelakuin kesalahan yg sama berulang kali..

kesempatan…dan kesempatan…lagi2 kesempatan..tanpa kesadaran dan kemauan untuk memperbaiki…

memberi kesempatan merupakan sebuah “kesakitan” tersendiri..

amat sangat tdk mudah memberi kesempatan..

ada rasa marah yg blm reda..

ada luka yg masih menganga..

ada bagian hati yg blm bs menerima..

ada rasa sakit yg masih menghunjam hati…

dan ternyata kesediaan memberi kesempatan itu hampir tak bernilai..

demi Tuhan dan segala ciptaan-Nya, aku tak pernah bermimpi untuk
pergi dari suatu bentuk kehidupan yg telah melekat dalam pautan hariku..

bukan..bukan aku yg ingin pergi..

tp org yg menyia2kan kesempatanlah yg memintaku pergi..

setelah itu semua menjadi kenyataan,aku kembali merasakan sebuah sensasi baru..

sakit..

terluka..

hancur,,,

dan ternyata ‘indah’ ya rasanya,,

‘mengharu biru’…

dan aku menikmatinya dengan segenap kemampuan yg aku punya..

tidak ada alasan untuk menyerah bila telah memutuskan….

Iklan