Bismillah,

Sebagaimana
diketahui bersama, baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita seorang
‘kiai’ (berusia 40 tahun lebih) yang menikahi seorang ANAK perempuan
berusia 11 tahun (di beberapa sumber disebutkan berumur 12 tahun). Sang
‘kiai’ juga kemudian menikahi beberapa ANAK yang berusia lebih muda.

Sang
‘kiai’ mengatakan bahwa tindakannya ini diperbolehkan oleh agama
(Islam) bla bla bla…dan ada ‘contoh’ dari Rasululloh SAW yg menikahi
Aisyah yg berumur 7 tahun bla bla bla…

Pertanyaannya, apakah
benar Islam (notabene Rasululloh SAW) mengajarkan hal seperti itu?
Baiklah, mari kita lihat dan tinjau sejenak tentang ‘isu’ (hoax?)
Rasululloh SAW menikahi Aisyah dalam usia 7 tahun tersebut.

Selama
hampir 20 tahun, ‘kisah’ kehidupan Rasululloh SAW yg menikahi Aisyah yg
(konon) berusia 7 tahun, tertanam dalam benak saya. Dan selama 5-6
tahun terakhir, ketika saya mulai bertobat dan (lebih) banyak belajar
(lagi) tentang agama (Islam dan terkadang Kristen), barulah saya
menyadari bahwa isu tersebut SERINGKALI dijadikan senjata oleh para
orientalis dan musuh-musuh Islam, dengan menyatakan bahwa Rasululloh
SAW adalah seorang (masya ALLOH) pedofilia (penyuka anak-anak kecil)
bla bla bla…

Hanya saja, saya tidak bisa memberikan argumen yg
tepat untuk membantah hal-hal tersebut, hingga beberapa waktu lalu saya
sempat temukan sebuah artikel yang mengungkap ‘kebohongan’ Rasululloh
SAW menikahi anak di bawah umur. Saat itu saya sudah berniat untuk
memuatnya di blog ini, hanya saja artikelnya mendadak hilang.

Walhasil, saya mesti bongkar-bongkar arsip, yang butuh waktu cukup lama, karena tercecer di banyak dvd data.

Alhamdulillah,
saya temukan sebuah artikel yang dimaksud, meski nampaknya bukan versi
yang full, karena seingat saya, artikel yg saya simpan lebih panjang
dan lebih jelas. Namun, saya pikir artikel di bawah ini cukup membantu
‘menjernihkan’ riwayat (hoax) pernikahan Rasululloh SAW dengan Aisyah.

Meluruskan Riwayat Pernikahan St ‘Aisyah RA

Baru-baru
ini [22 Desember 2002] diperingati hari ibu. Saya teringat riwayat
pernikahan Ummul Mu’miniyn (Ibu para Mu’minin) Sitti ‘Aisyah Radhiaya
Lla-hu ‘Anhaa yang perlu diluruskan. Seperti diketahui dalam riwayat
yang umum dituliskan di buku-buku dan diajarkan di madrasah, maupun di
sekolah umum St ‘Aisyah RA dinikahkan pada umur 6 tahun dan baru umur 9
tahun serumah dengan Nabi Muhammad SAW. Riwayat inilah yang perlu
diluruskan.

Hadits mengenai umur St ‘Aisyah RA tatkala
dinikahkan adalah problematis, alias dhaif. Beberapa riwayat yang
termaktub dalam buku-buku Hadits berasal hanya satu-satunya dari Hisyam
ibn ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari ayahnya.
Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan
tentang umur pernikahan St ‘Aisyah RA tersebut. Bahkan tidak oleh Abu
Hurairah ataupun Malik ibn Anas.
Itupun baru diutarkan Hisyam tatkala telah bermukim di Iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.

Mengenai
Hisyam ini Ya’qub ibn Syaibah berkata: “Yang dituturkan oleh Hisyam
sangat terpecaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke
Iraq.”
Syaibah menambahkan, bahwa Malik ibn Anas menolak penuturan Hisyam yang
dilaporkan oleh penduduk Iraq (Tahzib alTahzib, Ibn Hajar alAsqalani,
Dar Ihya alTurath alIslami, jilid II, hal.50).
Termaktub pula dalam buku tentang sketsa kehidupan para perawi Hadits,
bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut ingatannya sangat menurun
(alMaktabah alAthriyyah, Jilid 4, hal.301).
Alhasil, riwayat umur pernikahan St ‘Aisyah RA yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah, tertolak.

Untuk selanjutnya terlebih dahulu dikemukakan peristiwa secara khronologis:

– pre 610 Miladiyah (M): zaman Jahiliyah
– 610 M: Permulaan wahyu turun
– 610 M: Abu Bakr RA masuk Islam
– 613 M: Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
– 615 M: Ummat Islam Hijrah I ke Habasyah
– 616 M: Umar bin al Khattab masuk Islam
– 620 M: St ‘Aisyah RA dinikahkan
– 622 M: Hijrah ke Madinah
– 623/624 M: St ‘Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW

Menurut
Tabari: Keempat anak Abu Bakr RA dilahirkan oleh isterinya pada zaman
Jahiliyah, artinya pre-610 M. (Tarikh alMamluk, alTabari, Jilid 4,
hal.50). Tabari meninggal 922 M.

Jika St ‘Aisyah dinikahkan
dalam umur 6 tahun berarti St ‘Aisyah lahir tahun 613 M. Padahal
manurut Tabari semua keempat anak Abu Bakr RA lahir pada zaman
Jahiliyah, yaitu pada tahun sebelum 610 M. Alhasil berdasar atas
Tabari, St ‘Aisyah RA tidak dilahirkan 613 M melainkan sebelum 610.
Jadi kalau St ‘Aisyah RA dinikahkan sebelum 620 M, maka beliau
dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai suami isteri
dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun.
Jadi kalau di atas 13 tahun, dalam umur berapa? Untuk itu marilah kita
menengok kepada kakak perempuan St ‘Aisyah RA, yaitu Asmah.

Menurut
Abd alRahman ibn abi Zannad: “Asmah 10 tahun lebih tua dari St ‘Aisyah
RA (alZahabi, Muassasah alRisalah, Jilid 2, hal.289).
Menurut Ibn Hajar alAsqalani: Asmah hidup hingga usia 100 tahun dan
meninggal tahun 73 atau 74 Hijriyah (Taqrib al Tahzib, Al-Asqalani,
hal.654).

Alhasil,
apabila Asmah meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal dalam tahun
73 atau 74 Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu
Hijrah, sehingga St ‘Aisyah berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18
tahun pada waktu Hijrah, dan itu berarti St ‘Aisyah mulai hidup berumah
tangga dengan Nabi Muhammad SAW pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
WaLlahu a’lamu bishshawab.

*** Makassar, 29 Desember 2002
[H.Muh.Nur Abdurrahman]

Anda sudah baca? Mudah-mudahan cukup jelas. -)

Sayangnya
artikel kritis ini tidak (mudah2an hanya belum saja) diketahui oleh
masyarakat (muslim) secara luas. Akibatnya, kaum muslim sendiri tidak
bisa membela aqidahnya ketika para musuh Islam meluncurkan senjata
‘mematikan’ ini . Dengan dimuatnya artikel ini di blog ini, mudah2an
bisa membantu mencerahkan saudara2 kita yang lain.

Jadi, pak
‘kiai’, jika anda hendak mencontoh nabi (versi) anda, yaaa monggo. Tapi
tolong JANGAN KATAKAN ANDA MENCONTOH RASULULLOH SAW, terutama jika anda
(maaf) tidak belum menelaah secara rinci kehidupan
Rasululloh SAW, terutama ‘contoh’ pernikahan Rasululloh SAW dg anak
perempuan berumur 7 tahun, yg selama ini anda pahami (namun ternyata
salah).

Semoga artikel ‘pencerahan’ ini bisa menyejukkan kaum muslim. Aamiin -)

Sumber : http://tausyiah275.blogsome.com/2008/10/25/maksud-hati-ingin-mencontoh-rasululloh-saw-tapi-ternyata-salah/