Sebuah riset yang dilakukan oleh Periset CareerBuilder baru-baru ini
terhadap 2.600 Manajer HRD tentang dampak penggunaan Jejaring Sosial
Internet seperti Facebook, LinkedIn dan Twitter terhadap kemungkinan
seseorang diterima atau tidak, telah menghasilkan kesimpulan-kesimpulan
sebagai berikut:

1. Persentasi penelitian yang dilakukan oleh Manajer HRD:

* 45% dari mereka melakukan penelitian Pelamar di Jejearing Sosial
Internet
* 63% data pelamar pekerjaan Teknologi Informasi yang diriset
* 53% data pelamar pekerjaan Professional dan Bisnis yang diriset

2. Dampak keputusan yang diambil oleh Manajer HRD:

* 35% pelamar gagal karena mem-posting konten yang negatif atau
mengganggu, pornografi, dll
* 53% Manajer HRD mempertimbangkan kembali keputusannya setelah
meneliti data pelamar di Jejaring Sosial
* 44% pelamar gagal karena tercatat suka minum alkohol dan
mengkonsumsi narkoba
* 35% pelamar gagal karena suka menjelek-jelekkan atasan atau
perusahaan yang sebelumnya
* 14% pelamar gagal karena suka pakai simbol emoticon ketika
berkorespondensi

3. Dampak positif bagi pelamar yang sering pakai Jejaring Sosial
Internet:

* 14% pelamar yang diterima karena mem-posting hal-hal yang baik
dan positif
* 50% pelamar yang diterima karena positingnya cocok dengan
pekerjaan yang dilamarnya
* 39% pelamar yang diterima postingnya mendukung kualifikasi
professionalnya
* 38% pelamar yang diterima postingnya dianggap kreatif

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kawan-kawan yang sering
beraktivitas di Jejaring Sosial Internet.
Wassalam,
S Roestam
http://masif.wordpress.com – Masyarakat Informasi